<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>IIC e.V. Hamburg</title>
	<atom:link href="http://iicev.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iicev.wordpress.com</link>
	<description>Indonesisches Islamisches Centrum e.V.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Feb 2007 14:14:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iicev.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>IIC e.V. Hamburg</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iicev.wordpress.com/osd.xml" title="IIC e.V. Hamburg" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iicev.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengajian IIC e.V. bulan Februari 2007</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2007/02/06/pengajian-iic-ev-bulan-februari-2007/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2007/02/06/pengajian-iic-ev-bulan-februari-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 14:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2007/02/06/pengajian-iic-ev-bulan-februari-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah pengajian bulanan IIC e.V. telah dapat berlangsung dengan lancar hari Sabtu, 3 Februari 2007 yang baru lalu meskipun, seperti biasa, harus dimulai agak &#8220;ngaret&#8221; dari jadwal yang sudah ditetapkan, karena tepat pukul 16.00 jumlah jemaah yang datang ternyata masih sedikiiiit sekali Pengajian dimulai kira-kira pukul 16.30, dimoderatori oleh Pak Ichwan yang juga ketua IIC [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=15&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah pengajian bulanan IIC e.V. telah dapat berlangsung dengan lancar hari Sabtu, 3 Februari 2007 yang baru lalu meskipun, seperti biasa, harus dimulai agak &#8220;ngaret&#8221; dari jadwal yang sudah ditetapkan, karena tepat pukul 16.00 jumlah jemaah yang datang ternyata masih sedikiiiit sekali <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pengajian dimulai kira-kira pukul 16.30, dimoderatori oleh Pak Ichwan yang juga ketua IIC e.V. dan diawali dengan pembacaan surat Al-Hajj (22) ayat 27-37 oleh Bang Djamil. Berikut adalah terjemahan dari ayat-ayat yang dibacakan tersebut:</p>
<blockquote><p>27. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.</p>
<p>28. supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.</p>
<p>29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).</p>
<p>30. Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabbnya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu kaharamannya, maka jauhilah olehmu barhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan yang dusta.</p>
<p>31. dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.</p>
<p>32. Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.</p>
<p>33. Bagi kamu pada binatang-binatang had-yu, itu ada beberapa manfaat, sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul Atiq (Baitullah).</p>
<p>34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Ilahmu ialah Ilah Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).</p>
<p>35. (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan shalat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.</p>
<p>36. Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.</p>
<p>37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.</p></blockquote>
<p>Selanjutnya acara pengajian dilanjutkan dengan cerita pengalaman para jemaah haji yang menjadi pembicara saat itu. Sayangnya dari 3 pembicara yang direncanakan, hanya Pak Donny dan Pak Siswono yang dapat hadir, sementara Pak Ardani berhalangan hadir.</p>
<p>Pak Siswono sebagai pembicara pertama bercerita tentang niat hajinya yang sebetulnya sudah cukup lama, dan amalan-amalan yang dilakukannya untuk terus menguatkan niat berhajinya, diantaranya dengan banyak berdoa agar niat tersebut dikabulkan oleh Allah. Selanjutnya beliau juga bercerita tentang persiapan-persiapan yang dilakukannya setelah resmi mendaftar sebagai jemaah haji, di antaranya dengan banyak membaca panduan-panduan haji yang ada (karena berbeda dengan di Indonesia yang ada kegiatan latihan haji sebelum para jemaah berangkat ke tanah suci, menjadi jemaah haji dari Jerman relatif tidak ada kegiatan latihan seperti itu).</p>
<p>Kebetulan haji tahun 1427 H ini adalah haji akbar, maka jumlah jemaah yang datang relatif jauh lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, jadwal kadang mengalami gangguan dan perubahan. Hal tersebut dialami juga oleh Pak Siswono dan rombongannya, yang perjalanan dari Madinnah ke Mekah (kalau saya tak salah ingat, tolong dikoreksi kalau salah) yang semula direncanakan menggunakan pesawat harus diganti dengan menggunakan bus (untung bukan dengan unta Pak) dan memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan petugas haji pun kadang memakan waktu yang cukup lama. Intinya: perlu kesabaran karena harus banyak menunggu dan menunggu dalam waktu yang relatif cukup lama. Selanjutnya beliau juga bercerita tentang ritual yang dilakukannya di sana yang alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar. Beliau juga bercerita tentang perasaanya ketika berada di tanah suci yang sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata.</p>
<p>Sebelum memasuki sesi untuk pembicara kedua, yaitu Pak Donny, para jemaah pengajian melaksanakan shalat Maghrib terlebih dahulu dengan imam Pak Hatta Kasim. Pada sesi kedua, Pak Donny lalu bercerita ttg pengalamannya berhaji. Pergi berhajinya Pak Donny memang agak mendadak (&#8220;mendadak haji&#8221;), karena kebetulan Bapak dan Ibu mertua beliau juga akan berangkat haji dari Indonesia. Sayangnya Pak Donny tidak sempat bersua dengan Bapak Mertua beliau di tanah suci karena sebelum Pak Donny berangkat ke tanah suci, Bapak mertua beliau telah lebih dahulu meninggal dunia di tanah suci. Akhirnya beliau hanya sempat bertemu dengan Ibu Mertuanya saja. Lebih lanjut beliau bercerita tentang teknologi informasi (internet) yang cukup membantu dalam mencari informasi tentang haji, juga GoogleEarth yang cukup membantu untuk membayangkan medan yang akan dihadapi nanti ketika beribadah haji. Lalu beliau juga bercerita  tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah administrasi selama pelaksanaan ibadah haji seperti prosedur pemeriksaan, pembagian jemaah berdasarkan negara atau benua, dll. Beliau juga sedikit bercerita tentang masalah &#8220;mazhab&#8221; yang mungkin harus diperhatikan ketika hendak memilih biro perjalanan haji, karena menurut beliau kadang suatu kegiatan dalam ibadah haji dianggap sebagai sunah oleh mazhab yang satu tetapi oleh mazhab yang lain dianggap wajib. Syukurnya, bahwa biro perjalanan haji yang diikuti oleh Pak Donny (yang mengikuti mazhab Hanafi) mau memberikan fasilitas kepada Pak Donny yang mengikuti aturan ibadah haji berdasarkan mazhab Syafi&#8217;i, meskipun untuk itu harus mandiri karena harus terpisah dari rombongan untuk beberapa waktu.</p>
<p>Selanjutnya, usai Pak Donny menceritakan pengalamannya, acara dilanjutkan dengan diskusi yang dimulai dengan pertanyaan &#8220;pancingan&#8221; oleh Pak Ali Jahja. Pak Ali bertanya (dengan pengantar yang cukup panjang) &#8220;Apakah Pak Siswono kenal dengan Pak Baqin?&#8221; yang dijawab &#8220;kenal&#8221; oleh Pak Siswono. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Selain itu, dalam pertanyaan oleh Pak Ali tersebut beliau juga menyatakan bahwa di Mekah sana tidak ada itu yang namanya &#8220;mazhab&#8221;, kalau imam membaca Al-Fatihah maka makmum semuanya ya mengucap &#8220;amin&#8221; di akhir imam membaca surat Al-Fatihah tersebut. (padahal pada waktu mengucap &#8220;amin&#8221; pun para jemaah punya variasi yang bermacam-macam, tergantung pada mazhab mana yang diyakini dan dianut, kata saya dalam hati)</p>
<p>&#8220;Pancingan&#8221; dari Pak Ali ternyata berhasil, Pak Rafles pun lalu bertanya tentang perbedaan mazhab tersebut kepada Pak Donny, yang dijawab oleh Pak Donny bahwa memang seperti itulah yang terjadi di sana, bahwa kalau kita memang punya aturan ibadah yang agak berbeda dan memang berada dalam rombongan yang berbeda dengan mazhab yang kita ikuti, maka harus bersiap-siap untuk mandiri demi keafdolan kita.</p>
<p>Ada yang terlupa, ketika Pak Donny sedang berbicara dalam sesi kedua, datang Pak Fuad yang selama sebulan ini akan berada di Hamburg (datang di Hamburg sejak minggu lalu) untuk mengurus beberapa hal yang berkaitan dengan disertasinya. Selanjutnya, atas usul Pak Ali Jahja yang disetujui oleh moderator, beliau &#8220;didaulat&#8221; untuk memberikan sepatah dua patah kata sambil menunggu waktu Isya yang tinggal 15 menit lagi. Lalu beliau sedikit bercerita tentang kondisi Islam di Indonesia dan juga tentang ketertarikan generasi muda di Hamburg ini mempelajari Islam. Dari pembicaraan singkatnya tersebut, sebuah pertanyaan diajukan oleh Pak Taufik Askar: &#8220;Bagaimana caranya agar ruh Islam mengalir dalam tubuh umat Islam, karena selama ini (menurut penilaian Pak Taufik) umat Islam banyak yang cenderung hanya melaksanakan Islam hanya sebagai ritual belaka?&#8221; (hmm pertanyaan yang bagus Pak, mungkin bisa dijadikan tema pengajian bulan depan).</p>
<p>Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Pak Fuad, bahwa memang kekurangan sebagian besar umat Islam adalah dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kalau surat Al-Asr berbicara tentang waktu, maka seharusnya umat Islam bisa menghargai waktu dan jangan suka ngaret (nyindir nih&#8230;). Lalu beliau menyitir kata-kata Muhammad Abduh: <span class="postbody">&#8220;Saya menemukan Islam di Barat tanpa orang Muslim, sedangkan saya di Mesir menemukan orang Muslim tanpa Islam&#8221;. Jadi ini memang PR kita semua, begitulah kira-kira.</span></p>
<p>Wah, sudah cukup panjang nih ceritanya. Oh iya, ada yang terlupa, dari kotak amal yang diedarkan, alhamdulillah mampu terkumpul sumbangan sebesar 130,- Euro. Terimakasih kepada para jemaah, semoga Allah membalas pahala Bapak/Ibu dengan balasan yang setimpal. amin!</p>
<p>Akhir kata, mohon maaf kalau dalam laporan pandangan mata ini ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan.</p>
<p><a href="http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&amp;sid=396545367" rel="nofollow" target="_blank"></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=15&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2007/02/06/pengajian-iic-ev-bulan-februari-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maha Penyiksa</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2007/01/08/maha-penyiksa/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2007/01/08/maha-penyiksa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2007 20:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2007/01/08/maha-penyiksa/</guid>
		<description><![CDATA[Selama 3 tahun aktif mengikuti ceramah Ramadan di aula KJRI Hamburg, saya mengamati ada seorang jemaah yang selalu menanyakan hal yang sama (pada setiap tahunnya) kepada penceramah yang berbeda. Pertanyaannya mengenai salah satu dari asmaul husna (nama-nama Allah yang baik dan agung) yaitu: “Allah yang Maha Penyiksa” atau “The Avenger” (Al Muntaqim). Saya sendiri kurang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=14&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama 3 tahun aktif mengikuti ceramah Ramadan di aula KJRI Hamburg, saya mengamati ada seorang jemaah yang selalu menanyakan hal yang sama (pada setiap tahunnya) kepada penceramah yang berbeda. Pertanyaannya mengenai salah satu dari <em>asmaul husna</em> (nama-nama Allah yang baik dan agung) yaitu: “Allah yang Maha Penyiksa” atau “<em>The Avenger</em>” (<em>Al Muntaqim</em>). Saya sendiri kurang tahu kenapa dia selalu menanyakan hal yang sama setiap tahunnya, bisa jadi karena ada kebimbangan di hatinya, atau bisa juga karena dia masih belum mendapatkan jawaban yang pas dari para ustadz yang ditanyainya. Dan Sabtu malam, tanggal 21 Oktober 2006 kembali dia menanyakan pertanyaan yang sama kepada penceramah malam itu: Prof. Dr. Hamdani Anwar.</p>
<p>Kalau dilihat dari pertanyaannya, sepertinya dia membuat sebuah analogi yang kurang tepat. Dia menganggap sifat Maha Penyiksa akan “merusak” citra Allah, karena jika dianalogikan dengan manusia (pemimpin) yang bersifat pengasih, penyayang, adil, pemaaf, dan lain-lain, maka sifat penyiksa akan memberikan citra yang negatif kepada manusia (pemimpin) tersebut.</p>
<p>Menurut Prof. Dr. Hamdani Anwar, dalam <em>asmaul husna</em>, ada beberapa nama Allah yang menurut sebagian manusia bisa jadi berkonotasi “negatif” seperti: Maha Penyiksa (<em>Al Muntaqim</em>), Maha Memaksa (<em>Al Qahhaar</em>), Maha Menyempitkan (<em>Al Qaabidh</em>), Maha Merendahkan (<em>Al Khaafidh</em>), dan Maha Menghinakan (<em>Al Mudzil</em>). Hanya saja, menurut beliau, Allah tidak akan menyiksa, memaksa, menyempitkan, merendahkan, dan menghinakan umatnya yang beriman dan bertakwa. Sifat-sifat Allah itu hanya akan diberlakukan kepada manusia yang ingkar, tak beriman, suka membuat kerusakan di muka bumi, dan segala macam perbuatan buruk lainnya. Lebih dari itu, sifat-sifat itu tidak sedikitpun akan “mencemari” atau “merusak” kebesaran-Nya, karena sebagai sang pencipta Dia memang berhak atas itu semua.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=14&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2007/01/08/maha-penyiksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Twilight Angle</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2007/01/05/twilight-angle/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2007/01/05/twilight-angle/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2007 21:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2007/01/05/twilight-angle/</guid>
		<description><![CDATA[Usai shalat Idul Adha yang baru lalu saya sempat ngobrol dengan beberapa bapak tentang kalender jadwal waktu shalat, karena kebetulan waktu itu IIC e.V. sedang menjual kalender dan jadwal waktu shalat 2007 dalam rangka mengumpulkan dana. Seorang bapak menyampaikan bahwa ada perbedaan waktu antara yang tertulis di kalender dan yang ada di program azan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=13&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i16.photobucket.com/albums/b9/agus_adut/misc/Waktu_shalat_small.jpg" align="right" height="234" width="378" />Usai shalat Idul Adha yang baru lalu saya sempat <em>ngobrol</em> dengan beberapa bapak tentang kalender jadwal waktu shalat, karena kebetulan waktu itu IIC e.V. sedang menjual kalender dan jadwal waktu shalat 2007 dalam rangka mengumpulkan dana. Seorang bapak menyampaikan bahwa ada perbedaan waktu antara yang tertulis di kalender dan yang ada di program azan di komputer, dan itu membuat adanya &#8220;diskusi hangat&#8221; di keluarganya karena sebagian anggota keluarga memilih apa yg tertulis di kalender dan sebagian lainnya memilih hasil hitungan dari <em>software</em> azan.</p>
<p>Perbedaan utama yang sering muncul pada kalender waktu shalat adalah waktu Shubuh dan Isya, sedangkan untuk waktu lainnya relatif hampir sama. Hal ini sebenarnya sudah menjadi sebuah perdebatan yang hangat di kalangan pakar astronomi Islam, dengan masalah utama terletak pada penentuan <em>twilight angle</em>. Maka dari itu tak heran kalau hingga saat ini ada beberapa konvensi yang digunakan untuk menentukan atau menghitung jadwal waktu shalat seperti metode dari <em>University of Islamic Sciences</em>, Karachi yang menggunakan <em>twilight angle</em> 18° baik untuk waktu Shubuh juga Isya, <em>Islamic Society of North America</em> (ISNA) yang menggunakan <em>twilight angle</em> 15° baik untuk waktu Shubuh dan Isya, <em>World Islamic League</em> yang menggunakan <em>twilight angle</em> 18° untuk waktu Shubuh dan 17° untuk waktu Isya, dan beberapa metode lainnya.</p>
<p>Secara umum besarnya <em>twilight angle</em> akan menyebabkan hal sebagai berikut: semakin kecil <em>twilight angle</em> akan menghasilkan waktu Shubuh yang lebih siang (lambat) dan waktu Isya yang lebih sore (cepat).</p>
<p>Contohnya untuk kota <strong> London</strong> pada posisi 51°32&#8242; LU dan 0°6&#8242; BB dan zona waktu 0. Pada tanggal 1 Januari 1996, dengan menggunakan harga <em>twilight angle</em> yang berbeda akan menghasilkan waktu Shubuh dan Isya sbb:</p>
<pre>Twilight Angle		Shubuh		Isya
18 derajat		6:02		18:04
15 derajat		6:22		17:43</pre>
<p><em>Twilight</em>, menurut definisi adalah hamburan sinar matahari oleh atmosfer. Keberadaan atmosfer di bumi ini mengakibatkan sinar matahari sudah dapat dilihat oleh pengamat meskipun waktu matahari terbit (<em>sunrise</em>) belum tiba atau masih dapat terlihat meskipun matahari sudah terbenam (<em>sunset</em>). Dengan demikian ada 2 jenis <em>twilight</em> di sini yaitu <em>morning</em> dan <em>evening twilight</em>.</p>
<p>Pada saat matahari belum terbit atau setelah tenggelam, posisinya berada di bawah <em>horizon </em>(biasa disebut sebagai garis cakrawala atau garis ufuk). Posisi matahari ketika sinarnya sudah tidak terlihat lagi hamburannya (oleh atmosfer bumi) setelah ia tenggelam atau posisi matahari ketika sinarnya mulai terlihat sebelum matahari terbit akibat dihamburkan oleh atmosfer bumi, itulah yang disebut sebagai <em>twilight angle</em> (sudut <em>twilight</em>). Sudut ini diukur dari titik pusat matahari ke garis cakrawala, seperti dapat dilihat pada gambar di atas (sudut X dan Y).</p>
<p>Secara astronomis terdapat 3 definisi <em>twilight</em>, yaitu:</p>
<ol>
<li>Twilight sipil, ketika bintang yang terterang di langit dapat dilihat cahayanya atau ketika garis cakrawala di laut masih dapat dilihat. Besar <em>twilight angle</em>-nya adalah hingga 6°.</li>
<li>Twilight nautikal, ketika garis cakrawala di laut sulit untuk dilihat dan saat ketika kita tidak mungkin lagi menentukan ketinggian dengan menggunakan garis cakrawala sebagai acuan. Besar <em>twilight angle</em>-nya adalah 6-12°.</li>
<li>Twilight astronomi, ketika kondisi sudah benar-benar gelap dan tidak ada lagi hamburan cahaya matahari yang terlihat. Besar <em>twilight angle</em>-nya adalah 12-18°.</li>
</ol>
<p>Waktu shalat biasanya ditentukan berdasarkan <em>twilight</em> astronomi (seperti yang dapat dilihat pada beberapa metode atau konvensi yang saya sebutkan pada paragraf kedua di atas). Dalam <em>software</em> azan biasanya terdapat fasilitas untuk mengubah harga <em>twilight angle</em> ini, karena menurut sebuah penelitian dan pengamatan di berbagai tempat di dunia, harga sudut <em>twilight</em> tertentu ternyata tidak berlaku untuk seluruh tempat terhadap peristiwa ketika hamburan cahaya matahari sudah bisa terlihat (<em>fajar shaddiq</em>) dan saat hamburan itu hilang (<em>shafaq</em> di waktu Isya). Bahkan menurut Yaqub Ahmed Miftahi, besarnya <em>twilight angle</em> &#8211;terutama pada daerah lintang tinggi&#8211; juga bervariasi terhadap musim. Kesimpulan ini diperoleh setelah dilakukan pengamatan <em>morning</em> dan <em>evening twilight</em> dengan mata telanjang selama setahun di Blackburn, Lancashire, Inggris. Menurut hasil pengamatan itu, besarnya <em>twilight angle</em> bervariasi terhadap waktu dengan kisaran harga antara 12° hingga 16°.</p>
<p>Untuk itu, jika anda tinggal di daerah lintang tinggi maka berhati-hatilah dalam menggunakan <em>software</em> azan dan waktu shalat, khususnya untuk waktu Shubuh dan Isya. Situs <a href="http://www.moonsighting.com/prayer.html">moonsighting.com</a> bahkan memiliki contoh yang nyata tentang beberapa kesalahan yang ada pada <em>software</em> tersebut.</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat_Lima_Waktu">Wikipedia</a>.</p>
<p>Bahan bacaan:<br />
1. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat_Lima_Waktu">Shalat Lima Waktu di Wikipedia</a>.<br />
2. <a href="http://aa.usno.navy.mil/faq/docs/RST_defs.html">Rise, Set, and Twilight Definitions</a>, U.S. Naval Observatory.<br />
3. Dr. Monzur Ahmed, <a href="http://www.ummah.net/astronomy/saltime/">The Determination of Salat Times</a>.<br />
4. Yaqub Ahmed Miftahi, Fajar and Isha (tersedia <em>online</em> di <a href="http://www.moonsighting.com/prayer.html">moonsighting.com</a>).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=13&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2007/01/05/twilight-angle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i16.photobucket.com/albums/b9/agus_adut/misc/Waktu_shalat_small.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ombak yang di Atasnya Ombak</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/ombak-yang-di-atasnya-ombak/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/ombak-yang-di-atasnya-ombak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2007 12:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/ombak-yang-di-atasnya-ombak/</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan saya sebelumnya tentang fakta laut dalam (deskripsi ilmiah An-Nur:40), ada satu poin yang belum saya uraikan secara lebih detail yaitu mengenai ombak yang di atasnya ombak. Dalam bidang oseanografi, fenomena ombak yang di atasnya ombak dikenal sebagai gelombang internal (internal wave). Fenomena ini juga ada dalam bidang meteorologi, dimana gelombang menjalar pada lapisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=12&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada postingan saya sebelumnya tentang <a href="http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/gelap-gulitanya-laut-dalam/">fakta laut dalam (deskripsi ilmiah An-Nur:40)</a>, ada satu poin yang belum saya uraikan secara lebih detail yaitu mengenai ombak yang di atasnya ombak. Dalam bidang oseanografi, fenomena ombak yang di atasnya ombak dikenal sebagai gelombang internal (<em>internal wave</em>). Fenomena ini juga ada dalam bidang meteorologi, dimana gelombang menjalar pada lapisan antar muka (<em>interface</em>) antara udara yang hangat dan dingin (lihat gambarnya di <a href="http://www.es.flinders.edu.au/%7Emattom/IntroOc/notes/figures/fig10a5.html">sini</a> dan <a href="http://www.es.flinders.edu.au/%7Emattom/IntroOc/notes/figures/fig10a6.html">sini</a>, karena kedua bidang ilmu ini memang memiliki banyak kesamaan yaitu sama-sama berkecimpung dengan fluida. Para ahli meteorologi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk gas yaitu atmosfer, sedangkan para ahli oseanografi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk cair yaitu air laut.</p>
<p>Pembahasan mengenai gelombang dalam oseanografi secara umum dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu gelombang permukaan dan gelombang internal. Gelombang permukaan adalah fenomena yang akan kita temui ketika mengamati permukaan air laut, dan biasa disebut sebagai ombak. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ombak adalah hembusan angin, disamping ada pula faktor lain seperti pasang surut laut yang terjadi akibat adanya gaya tarik bulan dan matahari.</p>
<p>Sementara itu, gelombang internal terbentuk akibat adanya perbedaan rapat massa atau densitas air laut dengan gaya pembangkit yang dapat berasal dari angin, pasang surut atau bahkan gerakan kapal laut. <a href="http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/densitas-air-laut.html">Densitas air laut</a> dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu <a href="http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/salinitas-air-laut.html">salinitas</a>, <a href="http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/temperatur-air-laut.html">temperatur</a> dan <a href="http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/tekanan-dan-kedalaman-laut.html">tekanan</a> (silahkan klik pada masing-masing parameter tersebut untuk uraian yang lebih terperinci). Perbedaan densitas akan mengakibatkan air laut menjadi berlapis-lapis, dimana air dengan densitas yang lebih besar akan berada di bawah air dengan densitas yang lebih kecil. Kondisi ini akan menyebabkan adanya lapisan antar muka (<em>interface</em>) dimana jika terjadi gangguan dari luar (oleh gaya pembangkit yang ada) akan timbul gelombang antar lapisan yang tidak mempengaruhi gelombang di permukaan.</p>
<p>Gelombang internal ini tidak akan bisa kita lihat karena ia terjadi di lapisan dalam, namun dapat dideteksi dengan cara melakukan pengamatan atau pengukuran langsung piknoklin (lapisan dimana densitas air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) atau termoklin (lapisan dimana temperatur air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) dengan menggunakan sensor-sensor pengukuran temperatur dan salinitas air laut, kecepatan arus laut, atau peralatan akustik seperti sonar. Secara visual, ia baru bisa dilihat jika kita melakukan percobaan di laboratorium atau mengamatinya dari udara atau ruang angkasa dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh (<em>remote sensing</em>). Bagian terakhir inilah yang perlu kita garis bawahi dan mendapatkan perhatian lebih. Bagaimana sebuah fenomena alam yang dalam mengungkapkannya diperlukan teknologi yang canggih, sudah tertulis secara jelas dan eksplisit di dalam Al-Quran sebelum teknologi itu ada.</p>
<p>Gambar-gambar tentang gelombang internal dapat dilihat di <a href="http://taylor.math.ualberta.ca/%7Ebruce/imagelinks/earth.html">sini</a>.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=12&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/ombak-yang-di-atasnya-ombak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelap Gulitanya Laut Dalam</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/gelap-gulitanya-laut-dalam/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/gelap-gulitanya-laut-dalam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2007 12:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/gelap-gulitanya-laut-dalam/</guid>
		<description><![CDATA[Laut dalam (deep sea) adalah bagian dari laut yang sangat gelap. Hingga saat ini laut dalam masih merupakan misteri bagi manusia karena penelitian di laut dalam sendiri hingga saat ini masih sangat terbatas. Untuk anda yang tertarik untuk mengetahui tentang fenomena di laut dalam ini, beberapa penelitian menarik yang baru-baru ini dilakukan oleh para peneliti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=11&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laut dalam (<em>deep sea</em>) adalah bagian dari laut yang sangat gelap. Hingga saat ini laut dalam masih merupakan misteri bagi manusia karena penelitian di laut dalam sendiri hingga saat ini masih sangat terbatas. Untuk anda yang tertarik untuk mengetahui tentang fenomena di laut dalam ini, beberapa penelitian menarik yang baru-baru ini dilakukan oleh para peneliti tentang laut dalam dapat dilihat di <a href="http://oceanexplorer.noaa.gov/explorations/04deepscope/welcome.html">OceanExplorer</a>.</p>
<p>Ketika membahas laut dalam ada beberapa hal yang menarik, apalagi ketika kita mencoba menghubungkannya dengan Al-Quran surat An-Nur (surat ke-24) ayat 40, yang artinya:</p>
<blockquote><p>atau seperti gelap gulita di lautan dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun”.</p></blockquote>
<p>Dari ayat tersebut, ada beberapa hal yang secara ilmiah cukup menarik untuk dibahas, yaitu:</p>
<ol>
<li>mengenai gelap gulitanya lautan dalam,</li>
<li>ombak yang di atasnya ombak (pula),</li>
<li>gelap gulita yang tindih-bertindih,</li>
<li>apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya</li>
<li>barang siapa yang tiada diberi cahaya, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun.</li>
</ol>
<p>Pada tulisan kali ini, bersumber dari fakta ilmiah yang ada, saya akan mencoba untuk membahas poin 1, 3, 4 dan 5 saja, adapun poin 2 akan dibahas kemudian pada <a href="http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/ombak-yang-di-atasnya-ombak/">artikel yang lain</a>.</p>
<p>Gelap gulitanya laut dalam (<em>deep sea</em>) telah diakui secara ilmiah oleh para ilmuwan. Menurut para ilmuwan, air tidak hanya mengubah warna sinar matahari, tapi juga secara dramatis mengubah intensitasnya (kekuatannya). Di laut terbuka yang jernih, cahaya tampak (spektrum cahaya yang bisa dilihat oleh mata manusia), berkurang 10 kali setiap penambahan kedalaman 75 meter. Artinya, pada kedalaman 75 meter terangnya cahaya hanya tinggal 10% dari intensitas cahaya di permukaan, dan pada kedalaman 150 meter hanya tinggal 1% saja.</p>
<p><a href="http://i16.photobucket.com/albums/b9/agus_adut/misc/diagram3_220.jpg"><img src="http://i16.photobucket.com/albums/b9/agus_adut/misc/diagram3_220.jpg" align="right" border="0" /></a>Gambar di samping kanan (Sumber: OceanExplorer) memberikan ilustrasi dasar bagaimana cahaya dengan warna-warna yang berbeda menembus air laut. Air akan menyerap warna-warna hangat seperti merah dan jingga (cahaya dengan panjang gelombang yang panjang) dan menghamburkan warna yang lebih dingin (cahaya dengan panjang gelombang yang pendek).</p>
<p>Kondisi cahaya akan mempengaruhi fungsi penglihatan manusia dan ikan-ikanan. Mata manusia, sebagai contoh, berfungsi dengan baik pada saat terang seperti siang hari hingga pada saat hanya terdapat bintang di langit, dengan kisaran kira-kira sebesar 12 orde magnitudo dimana setiap orde menyatakan 10 kali perbedaan. Jadi, secara teori, jika intensitas cahaya di laut berkurang 10 kali setiap penambahan 75 meter, maka mata manusia hanya akan mampu melihat hingga kedalaman 900 meter saja. Sementara itu, mata ikan laut dalam diperkirakan dapat berfungsi hingga kedalaman 1000 meter. Namun demikian, mata ikan memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik dan barangkali 10 hingga 100 kali lebih sensitif daripada mata manusia. Di kedalaman lebih dari 1000 meter, ada beberapa binatang yang memiliki fungsi penglihatan yang mampu mendeteksi <em>bioluminescence</em> (emisi cahaya oleh organisme hidup).</p>
<p>Makhluk laut yang mampu membuat cahaya terdapat di mana-mana dan <em>bioluminescence</em> sendiri merupakan hal yang lumrah karena ia memberikan kemampuan kepada hewan tersebut untuk mempertahankan diri. Di darat kita mengenal fenomena ini pada kunang-kunang. Cahaya ini membantu binatang tersebut untuk mencari makanan, menarik perhatian pasangannya dan mempertahankan diri dari serangan pemangsanya.</p>
<p>Dari uraian di atas, ada beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil, yaitu:</p>
<ol>
<li>Pengurangan intensitas cahaya 10 kali dengan penambahan kedalaman 75 meter, menjadikan laut dalam adalah tempat yang gelap gulita, selain itu pengurangan intensitas terhadap kedalaman ini menjadikan laut dalam mengalami kegelapan yang berlapis-lapis (tindih-bertindih).</li>
<li>Kedalaman laut rata-rata adalah 3795 meter, artinya mata manusia sudah tidak akan sanggup untuk melihat apapun di laut dalam, karena secara teori manusia hanya akan mampu melihat hingga kedalaman 900 meter saja. Hal ini yang dalam surat An-Nur diumpamakan sebagai tak mampu melihat tangannya sendiri.</li>
<li>Fenomena <em>bioluminescence</em> menunjukkan bahwa para penghuni laut dalam masih mampu untuk melakukan aktivitas sebagai makhluk hidup meskipun ia tinggal di kondisi yang gelap gulita. Hal ini karena mereka diberi kemampuan untuk membuat cahaya secara alamiah. Hal ini yang dalam surat An-Nur digambarkan dengan kalimat: <em>&#8220;barang siapa yang tiada diberi cahaya, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun&#8221;</em> yang artinya bisa berarti bahwa barang siapa yang diberi cahaya, maka ia akan mempunyai cahaya. Sepertinya ini sebuah gaya bahasa yang sangat puitis dalam menggambarkan sesuatu.</li>
</ol>
<p>Daftar Pustaka:<br />
1. Quran Viewer versi 2.9, Jamal Al-Nasir, DivineIslam.com, 2002.<br />
2. The Oceans, Ellen J. Prager, McGraw-Hill, 2000.<br />
3. Deep Light, Edith Widde, Ocean Explorer, 2005.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=11&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/gelap-gulitanya-laut-dalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i16.photobucket.com/albums/b9/agus_adut/misc/diagram3_220.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>God Spot</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/god-spot/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/god-spot/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2007 08:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/god-spot/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tulisan sebelumnya saya telah mencoba menuliskan sebagian dari materi ceramah Ramadan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hamdani Anwar yang mengulas salah satu pendapat tentang makna dari kata ganti “Kami” untuk Allah dalam Al-Quran. Selanjutnya, pada bagian ini, saya mencoba untuk menuliskan bagian pertama dari 3 macam kecerdasan dalam Islam, yaitu kecerdasan spiritual. Menurut beliau, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=10&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tulisan sebelumnya saya telah mencoba menuliskan sebagian dari materi ceramah Ramadan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hamdani Anwar yang mengulas salah satu pendapat tentang makna dari kata ganti “Kami” untuk Allah dalam Al-Quran. Selanjutnya, pada bagian ini, saya mencoba untuk menuliskan bagian pertama dari 3 macam kecerdasan dalam Islam, yaitu kecerdasan spiritual.</p>
<p>Menurut beliau, kecerdasan spiritual berkaitan dengan keyakinan manusia akan hal-hal yang gaib, dimana puncak dari segala kegaiban adalah Allah. Artinya, dari sudut pandang Islam, kecerdasan spiritual akan mengacu kepada kadar keimanan seseorang.</p>
<p>Dalam diri manusia ada salah satu bagian dari otak, yang disebut God Spot, yang diyakininya merupakan bagian yang berperan dalam “mencerna” hal-hal yang bersifat gaib. Mengacu kepada literatur-literatur yang ada (silahkan cari sendiri di internet), ada 2 pendapat tentang God Spot ini, sebagian peneliti meyakini akan keberadaannya sementara sebagian lainnya meragukannya, dan Prof. Dr. Hamdani Anwar termasuk yang meyakini keberadannya.</p>
<p>Kecerdasan spiritual, sama halnya seperti kecerdasan emosional dan intelektual, adalah sesuatu yang bisa diasah, dan akan semakin baik kualitasnya jika kita mampu mengasahnya. Menurut Islam, pada saat masih berada di alam ruh, ruh manusia sudah berikrar mengakui akan keberadaan dan ke-esa-an Allah. Hanya saja, berpindah dari alam ruh ke alam nyata (dunia) menjadikan ruh manusia “lupa” untuk mengingat apa yang sudah diikrarkannya tersebut. Untuk itu, menurut beliau, ketika menyambut kelahiran bayi, orang tua dianjurkan untuk membisikan lantunan adzan ke telinga sang jabang bayi untuk mengingatkan kembali ruh yang ada di dalam tubuh bayi itu akan ikrarnya di alam ruh. Memang apa yang diuraikan beliau itu terlihat atau terdengar kompleks dan (mungkin) tak masuk akal, terutama buat mereka yang tidak menyakini akan hal-hal gaib seperti ini.</p>
<p>Tidak berhenti hanya sampai di situ saja, proses untuk mengasah kecerdasan spiritual harus terus dilakukan kepada bayi yang mulai tumbuh itu. Memberikan makanan yang baik dan halal, mengajarkannya mengucapkan doa ketika akan melakukan sesuatu, menciptakan atau menghadirkan suasana Islami di dalam kehidupannya sehari-hari, memperkenalkan kasih sayang Allah, dll. adalah contoh-contoh yang akan mengasah kecerdasan spiritual itu. Untuk itu, kecerdasan spiritual yang berkualitas akan didapatkan anak-anak yang mempunyai keluarga dan lingkungan yang baik dan berkualitas pula.</p>
<p>Nah, bagian-bagian yang bersifat spiritual yang dialami oleh si jabang bayi atau manusia selama masa pertumbuhan atau hidupnya itulah yang akan “ditangkap” oleh God Spot tadi dan menciptakan apa yang disebut dengan kecerdasan spiritual.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=10&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2007/01/04/god-spot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaminya Allah</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2007/01/01/kaminya-allah/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2007/01/01/kaminya-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 20:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2007/01/01/kaminya-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Postingan ini adalah bagian dari ceramah Ramadan 1427 H yang telah lalu di aula KJRI Hamburg yang dibawakan oleh Prof. Dr. Hamdani Anwar, anggota staf pengajar Universitas Islam Negeri Jakarta. Dalam ceramah Ramadan hari Sabtu, 21 Oktober 2006 yang sudah lalu beliau berbicara tentang 3 macam kecerdasan manusia menurut Islam, yaitu: kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=7&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan ini adalah bagian dari ceramah Ramadan 1427 H yang telah lalu di aula KJRI Hamburg yang dibawakan oleh Prof. Dr. Hamdani Anwar, anggota staf pengajar Universitas Islam Negeri Jakarta.</p>
<p>Dalam ceramah Ramadan hari Sabtu, 21 Oktober 2006 yang sudah lalu beliau berbicara tentang 3 macam kecerdasan manusia menurut Islam, yaitu: kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual. Namun, sebelum memulai membahas masalah itu, beliau sedikit bercerita tentang istilah “Kami” dalam Al-Quran sebagai salah satu kata pengganti Allah. Penjelasan ini diperlukan karena dalam ayat yang dikutip oleh beliau -yang menjelaskan tentang turunnya Al-Quran di malam kemuliaan (<em>lailatul qodar</em>)- Allah menggunakan kata ganti “Kami”.</p>
<p>Dalam Al-Quran, menurut beliau, pengganti kata Allah ada 4 yaitu “Aku”, “Engkau”, “Dia”, dan “Kami”. Tiga yang pertama menunjukkan kata ganti tunggal, sementara kata ganti yang terakhir bermakna jamak. Menurut beliau, ada kalangan di luar Islam yang mencoba “mengritisi” kata “Kami” ini: “Katanya Islam agama tauhid (monotheis), lalu kenapa di dalam kitab suciNya Dia menyebut diriNya sebagai “Kami”? Artinya, tuhannya orang Islam itu banyak dong?”, begitulah kira-kira komentar mereka.</p>
<p>Menurut beliau, umat Islam sempat “kaget” akan pertanyaan ini, sehingga dicobalah untuk mencari jawabannya. Ada ahli bahasa yang mencoba menjawab dengan mengatakan bahwa kata “Kami” digunakan untuk menyatakan kebesaran Allah. Jawaban ini dikemudian dikomentari lagi oleh mereka yang mengomentari penggunaan kata “Kami” dengan pertanyaan: “Kalau memang kata “Kami” digunakan untuk menyatakan kebesaran Allah, lalu kenapa tidak sekalian saja mengganti semua kata ganti untuk Allah dengan kata “Kami”?</p>
<p>Menurut beliau, penggunaan kata “Kami” dalam Al-Quran menunjukkan bahwa dalam peristiwa yang terjadi, ada pihak lain yang terlibat di dalamnya. Jadi kalau dalam ayat yang menjelaskan tentang turunnya Al-Quran Allah menyatakan: <em>“Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada malam kemuliaan”</em>, maka hal ini menjelaskan bahwa pada saat menurunkan Al-Quran itu ada pihak lain yang ikut terlibat, dalam hal ini adalah malaikat Jibril yang bertugas sebagai penyampai wahyu-Nya kepada nabi Muhammad saw.</p>
<p>Contoh lain adalah surat Al-Anaam ayat 6 yang berbunyi:</p>
<p><em>“… dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka …”</em></p>
<p>Penggunaan kata “Kami” di sini menunjukkan bahwa hukum alam ikut terlibat di dalam terjadinya hujan dan mengalirnya sungai-sungai. Secara prinsip Allah lah yang mencurahkan hujan dan mengalirkan sungai-sungai itu, tetapi melalui sebuah proses yang dalam ilmu pengetahuan modern dikenal sebagai hidrologi atau hidrometeorologi.</p>
<p>Jadi sebenarnya menarik sekali kalau kita, umat Islam, bisa mengkaji Al-Quran dengan lebih mendalam lagi. Ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik di dalamnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=7&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2007/01/01/kaminya-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kutbah Rasulullah di Jabal Rahmah</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2007/01/01/kutbah-rasulullah-di-jabal-rahmah/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2007/01/01/kutbah-rasulullah-di-jabal-rahmah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 19:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2007/01/01/kutbah-rasulullah-di-jabal-rahmah/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya pada berita shalat Idul Adha di KJRI Hamburg, berikut adalah pesan-pesan dari rasulullah yang disampaikan di Jabal Rahmah 1417 tahun yang silam yang saya ambilkan dari kutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Dr. Syamsuddin Arif. Wahai umat manusia! Kata Rasulullah SAW memulai khutbahnya. &#8220;Dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=6&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya pada berita <a href="http://iicev.wordpress.com/2006/12/30/idul-adha-1427h-di-kjri-hamburg/">shalat Idul Adha di KJRI Hamburg</a>, berikut adalah pesan-pesan dari rasulullah yang disampaikan di Jabal Rahmah 1417 tahun yang silam yang saya ambilkan dari kutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Dr. Syamsuddin Arif.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Wahai umat manusia!<span>  </span>Kata Rasulullah SAW memulai khutbahnya. </span></p>
<p><span>&#8220;Dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan. Aku tidak tahu apakah aku masih dapat bertemu lagi dengan kalian selepas tahun ini. Maka dengarlah betul-betul kata-kataku ini, dan sampaikanlah kepada mereka yang tidak hadir pada hari ini. </span></p>
<p><span>Wahai umat manusia! Ketahuilah bahwa setiap nyawa dan harta seorang muslim adalah suci, sesuci bulan dan tanah ini. Seorang Muslim tidak boleh mengambil hak milik saudaranya tanpa izin darinya. Kembalikanlah harta yang diamanahkan pada kalian kepada yang berhak. Janganlah kamu menzalimi siapa pun, agar orang lain tidak menzalimi kamu pula. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu akan bertemu Allah yang akan memperhitungkan segala perbuatanmu. Allah telah mengharamkan riba, maka batalkanlah semua urusan yang melibatkan riba mulai sekarang. </span></p>
<p><span>Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agamamu. Karena dia telah berputus asa untuk menyesatkanmu dalam perkara-perkara besar, maka berjagalah agar kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil. </span></p>
<p><span>Wahai umat manusia! Sebagaimana kamu mempunyai hak atas isterimu, mereka juga mempunyai hak atas kamu. Jika mereka menunaikankan hakmu, maka mereka berhak mendapatkan nafkah dalam suasana kasih sayang. Layanilah mereka dengan baik, dan berlemah-lembutlah terhadap mereka, karena sesungguhnya mereka adalah teman hidup dan penolong setiamu. Adalah hak kamu melarang mereka untuk tidak selingkuh atau berzina. </span></p>
<p><span>Wahai umat manusia! Simaklah baik-baik pesanku ini. Sembahlah Allah, dirikanlah shalat lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan keluarkanlah zakat. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahwa setiap muslim adalah saudara kepada muslim yang lain. Kamu adalah sama. Semuanya berasal dari Nabi Adam AS, dan Adam dari tanah. Tidak ada seorang pun yang lebih mulia daripada yang lain kecuali dengan takwa dan amal soleh. </span></p>
<p><span>Ingatlah, bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah kamu kerjakan. Waspadalah agar kamu tidak keluar dari jalan kebenaran sepeninggalku. </span></p>
<p><span>Wahai umat manusia! </span><span>Tidak ada lagi Nabi atau Rasul sesudahku dan tidak ada pula agama baru. Oleh karena itu, camkan dan pahamilah kata-kataku. Sesungguhnya aku tinggalkan bagimu dua pusaka, </span><span>yaitu Al-Quran dan sunnahku.</span><span> Sekiranya kamu berpegang pada dan mengikuti keduanya, niscaya tidak akan tersesat selama-lamanya. </span></p>
<p><span>Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku menyampaikannya kepada orang lain, dan hendaklah orang lain itu menyampaikan pula kepada orang lain. </span><span>Karena boleh jadi yang terkemudian lebih memahami kata-kataku daripada mereka yang mendengar langsung dariku. Ya Allah, saksikanlah.&#8221;<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=6&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2007/01/01/kutbah-rasulullah-di-jabal-rahmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Idul Adha 1427H di KJRI Hamburg</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2006/12/30/idul-adha-1427h-di-kjri-hamburg/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2006/12/30/idul-adha-1427h-di-kjri-hamburg/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2006 20:05:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2006/12/30/idul-adha-1427h-di-kjri-hamburg/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, hari Sabtu tanggal 30 Desember 2006 (10 Dul Hijjah 1427 H) shalat Idul Adha yang diselenggarakan di aula KJRI Hamburg berjalan dengan lancar. Berhubung pelaksanaannya jatuh di akhir pekan (hari libur kerja), maka jumlah jemaah yang datang untuk melaksanakan shalat Ied pun cukup banyak. Shalat Ied dimulai pukul 09.15 waktu Hamburg dengan imam dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=5&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, hari Sabtu tanggal 30 Desember 2006 (10 Dul Hijjah 1427 H) shalat Idul Adha yang diselenggarakan di aula KJRI Hamburg berjalan dengan lancar. Berhubung pelaksanaannya jatuh di akhir pekan (hari libur kerja), maka jumlah jemaah yang datang untuk melaksanakan shalat Ied pun cukup banyak. Shalat Ied dimulai pukul 09.15 waktu Hamburg dengan imam dan khatib Dr. Syamsuddin Arif, mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil program doktor keduanya di Frankfurt dengan beasiswa dari DAAD. Judul kutbah yang beliau berikan usai memimpin shalat Ied adalah &#8220;Refleksi Idul Adha 1427 H/2006 M&#8221;.</p>
<p>Dalam kutbahnya itu beliau meninjau tentang kondisi umat Islam saat ini, baik di tanah air maupun di banyak belahan dunia lainnya, yang masih jauh dari harapan. Contohnya, umat Islam Indonesia yang seharusnya hidup sejahtera di bumi yang kaya raya, mayoritasnya justru hidup sengsara dalam kemiskinan dan keterbelakangan. Kasus busung lapar dan bencana alam di mana-mana, angka pengangguran yang terus meningkat, beban hutang luar negeri yang kian menjerat, biaya hidup yang terus melompat, adalah gambaran sekilas keadaan umat di berbagai tempat.</p>
<p>Hal serupa juga kita dapati di banyak negara muslim lainnya seperti Irak, Palestina, Afganistan, Pattani. Menurut beliau semua ini terjadi karena umat Islam berada dalam keadaan lemah tak berdaya, baik secara politik, militer, ekonomi, dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi)  sehingga mudah sekali dipermainkan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain. Kondisi ini, menurut beliau, seolah-olah membenarkan prediksi rasulullah saw 14 abad yang silam:</p>
<blockquote><p>Akan terjadi suatu saat dimana bangsa-bangsa lain berkumpul menghadapi kalian, sebagaimana hewan-hewan makan mengerumuni mangsanya. Mereka bertanya: &#8220;Apakah saat itu kami minoritas?&#8221; Rasulullah menjawab: &#8220;Tidak, pada saat itu kalian adalah mayoritas, tetapi kalian bagaikan buih (yang terombang-ambing) di lautan. Allah telah mencabut rasa takut dari hati musuh terhadap kalian dan menimpakan pada hati kalian penyakit wahn&#8221;. Para sahabat bertanya: &#8220;Apakah penyakit wahn itu ya rasulullah?&#8221;, beliau menjawab: &#8220;Cinta dunia dan takut mati&#8221; (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (4297), Ahmad (5/287) dari Tsaubah ra dan dishahihkan oleh al-Albani dengan dua jalannya tersebut dalam As-Shahihah (958)).</p></blockquote>
<p>Lebih jauh beliau juga mengatakan bahwa selain dua penyakit itu, umat Islam juga ternyata lemah dalam pemahaman agamanya. Lemahnya pemahaman ini tak lepas dari lemahnya kita dalam menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kita beribadah haji dengan aturan Islam, shalat dengan aturan Islam, menikah juga dengan aturan Islam, tetapi kita tidak bekerja dengan aturan Islam, tidak mengelola hasil bumi kita dengan aturan Islam, tidak mengatur ekonomi kita dengan aturan Islam, tidak mengatur sistem pertahanan kita dengan aturan Islam, tidak menerapkan nilai-nilai Islam di luar rumah, di jalan, di tempat kerja, di laboratorium, di ruang-ruang publik kita. Inilah yang menjadi penyebab lemahnya umat Islam. Akibatnya, umat Islam telah menjadi korban dari ketamakan dan kerakusan bangsa-bangsa lain yang lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih kompak.</p>
<p>Kemudian beliau mengingatkan agar Idul Adha bisa dijadikan momen refleksi dan evaluasi, menjadi kesempatan untuk merenung sejenak dan memikirkan kembali: &#8220;Dari mana kita, dan hendak kemana kita. Mengapa dan untuk apa kita hidup sebagai individu, anggota keluarga, pegawai, dan warga negara&#8221;.</p>
<p>Di akhir kutbahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan rasulullah yang disampaikan di Jabal Rahmah 1417 tahun yang silam (tulisan lengkap tentang pesan-pesan tersebut akan dibuat terpisah untuk menghindari <em>posting</em> yang terlalu panjang) yang menurut beliau merupakan rumusan aktual Islam sebagai <em>modus vivendi</em> (<em>way of living</em>, resep hidup) individu, sosial ekonomi maupun politik, yaitu Islam kaaffah yang tidak berhenti pada kesalehan ritual semata, tetapi juga Islam yang mendatangkan keadilan dan kesejahteraan, Islam yang membuahkan harmoni dan kasih sayang, Islam yang menjanjikan kebahagiaan dunia akhirat.</p>
<p>Menurut beliau ada 3 cara yang dapat merealisir cita-cita agung tersebut yaitu:</p>
<ol>
<li>Mulailah dari yang kecil (<em>ibda&#8217; bil yasir</em>) , perkara-perkara ringan yang sekilas tampak remeh namun sebenarnya mempunyai efek bola salju. Sampah yang bertumpuk dan merusak lingkungan berawal dari puntung rokok atau bungkus kacang, korupsi milyaran bermula dari puluhan atau ratusan ribu Rupiah. Menurut beliau, orang yang menganggap enteng dan terbiasa melakukan dosa-dosa kecil akan cenderung dan kelak berani melakukan dosa besar. Sebaliknya, kejayaan umat bermula dari kejayaan individunya, seperti pepatah Jerman: <em>&#8220;Steter Tropfen höhlt den Stein&#8221; </em>(<em>Constant dripping wears the stone</em>).<em><br />
</em></li>
<li>Mulailah dari diri sendiri (<em>ibda&#8217; bi-nafsika</em>), mulai dengan mendisiplinkan diri dalam beribadah, bekerja dan menjalankan tugas apapun profesi kita. Umat Islam terdahulu menjadi bangsa yang disegani dan mampu membangun peradaban gemilang dengan disiplin. Bangsa-bangsa yang pernah kalah perang seperti Jerman dan Jepang bisa bangkit dan maju karena disiplin, demikian pula Israel, Singapura, Korea, dan Malaysia. Disiplin yang bermula dari diri sendiri, dari kesadaran, kepatuhan, dan kerja keras. <em>&#8220;Rom ist auch nicht an einem Tag erbaut worden&#8221;</em> (<em>Rome wasn&#8217;t built in a day either</em>), begitu kata orang Jerman.</li>
<li>Mulailah sekarang juga (<em>ibda&#8217; il-aana, is-saa&#8217;ah, il-yawm</em>). Perjalanan 1000 km berawal dari satu langkah, tidak ada gunung yang tak dapat didaki, tak ada kesulitan yang tak dapat diatasi. Tidak ada yang mustahil diraih jika prosedurnya diikuti. <em>Man jadda wajada, wa man saara &#8216;ala d-darbi washala</em>, tidak ada istilah terlambat untuk meraih sukses dan kebaikan, mulailah dari sekarang, saat ini, hari ini juga.</li>
</ol>
<p>Usai kutbah Ied, acara dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan menikmati hidangan makanan kecil sumbangan sukarela dari para jamaah shalat Ied sambil bercengkerama dan berbincang-bincang santai. Suasana menjadi begitu hangat dipenuhi oleh suara yang riuh rendah diiringi gelak tawa kecil tanda bersuka cita. Shalat Ied juga dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Bapak Awang Bahrin yang akan segera menempati jabatan barunya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Turki pada Januari 2007 yang akan datang.</p>
<p>Selamat Idul Adha 1427 Hijriah, selamat bertugas di tempat yang baru untuk Pak Awang Bahrin&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=5&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2006/12/30/idul-adha-1427h-di-kjri-hamburg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1427H</title>
		<link>http://iicev.wordpress.com/2006/12/28/pelaksanaan-shalat-idul-adha-1427h/</link>
		<comments>http://iicev.wordpress.com/2006/12/28/pelaksanaan-shalat-idul-adha-1427h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2006 14:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iicev.wordpress.com/2006/12/28/pelaksanaan-shalat-idul-adha-1427h/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr.wb., Indonesisches Islamisches Centrum (IIC) e.V. bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hamburg akan menyelenggarakan ibadah shalat Idul Adha 1427 Hijriah di Aula KJRI Hamburg pada: Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Desember 2006 Waktu : Pukul 09.00 Tempat : Aula KJRI Hamburg, Bebelallee 15, 22299 Hamburg Imam dan Khatib : Dr. Syamsuddin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=3&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb.,</p>
<p>Indonesisches Islamisches Centrum (IIC) e.V. bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hamburg akan menyelenggarakan ibadah shalat Idul Adha 1427 Hijriah di Aula KJRI Hamburg pada:</p>
<p>Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Desember 2006<br />
Waktu : Pukul 09.00<br />
Tempat : Aula KJRI Hamburg, Bebelallee 15, 22299 Hamburg<br />
Imam dan Khatib : Dr. Syamsuddin Arif (dari Frankfurt)</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Pengurus IIC e.V. Hamburg</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/iicev.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/iicev.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iicev.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iicev.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iicev.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iicev.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iicev.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iicev.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iicev.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iicev.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iicev.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iicev.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iicev.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iicev.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iicev.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iicev.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iicev.wordpress.com&amp;blog=641022&amp;post=3&amp;subd=iicev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iicev.wordpress.com/2006/12/28/pelaksanaan-shalat-idul-adha-1427h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3232fa0ef1008acca50078e0a14b28c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusset</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
